Senin, 17 Januari 2011

Sandal Jepit

Siapapun orangnya, boleh saja memandang remeh sepasang sandal jepit. Tapi bagiku, sepasang yang dapat dengan mudah dan murah kita dapat itu, punya nilai yang cukup bermakna dalam hari - hariku. Bagaimana tidak, jika pertama kali masuk ruang kerjaku, mereka pula lah yang kucari dulu. Tak tenang dan nyaman rasanya, saat si sepatu lah yang menyelimuti kaki - kakiku ini. Gerah dan, ahh... susah rasanya jika harus kuungkapkan dengan kata - kata. Sekalipun, telah ada surat khusus yang diterbitkan oleh 'Bapak Kepala Sekolah' demi menertibkan pekerja - pekerja yang begitu cinta pada sandal jepit seperti aku ini, tetap saja kehadiran sepasang yang berwarna hitam menawan itu, kucintai dengan setia.

Masih kuingat jelas. Harganya hanya sepuluh ribu rupiah saja. Entah mungkin masih tergantung mahal bagi harga standart sepasang sandal jepit. Tapi toh cukup sepadan dengan jauhnya jarak yang harus kutempuh untuk bisa mendapatkannya. Hehe.. sandal jepit yang sedari tadi kuceritakan ini, adalah satu dari sekian barang yang aku beli dengan sengaja saat berlibur ke Pulau Dewata beberapa bulan yang lalu. Warnanya yang hitam tlah cukup membuatku terpikat untuk tatapan yang pertama. Selain karena memang itu salah satu warna favoritku, sandal berwarna gelap juga tak merepotkan. Karna tentu saja, tak akan begitu terlihat saat tubuhnya telah kotor dan waktunya dicuci (alibi orang yang malas mencuci sandal :-p )

Saat waktu sholat tiba, sepasang sandal jepit adalah salah satu barang yang paling dicari - cari. Sandal jepitku nan cantik itu pun, pernah dipinjam oleh seorang teman untuk berangkat sholat Jumat. Entah apa yang dipikirkan siapapun yang melihat, saat ada seorang lelaki berpawakan tinggi besar melenggang santai di atas sepasang sandal jepit hitam yang menampakkan aura anggun dan cantik. Ah.. kebutuhan dan keterdesakan memang sering membuat orang tak peduli lagi tentang cara berfikir yang normal dan sehat :-D

Di musim hujan seperti sekarang ini, kehadiran sandal jepit menjadi semakin berarti. Demi menghindarkan kaki - kaki dari jamur hingga bau tak sedap karena sepatu atau kaos kaki yang basah. Ya, sandal jepit yang selalu kita injak - injak dan bahkan tak pernah lebih tinggi dari mata kaki kita ini (kecuali jika dipakai untuk melempar kucing atau maling), ternyata juga peduli akan kesehatan.

Sengaja aku membawa - bawa si sandal jepit dalam celoteh di ujung hariku ini. Bukan hanya tuk mengenalkannya pada masa, tapi juga tuk ingatkan diriku sendiri dan kita semua, bahwa tak ada sesuatu sekecil apapun, yang boleh dan bisa kita pandang sebelah mata saja. Apapun itu, tak akan bernilai sia - sia jika kita pandai melihat sisi manfaatnya... :-)

1 komentar:

Gie mengatakan...

ahai,
itu sendal jepitnya uda dikasih nama belum? : )