Minggu, 17 Mei 2009

Tersenyumlah

Detik melangkah, tinggalkan memori masa lalu
peluk kenang tentang ambisi, emosi dan beribu gengsi,
kerucutkan kisah pada sebentuk rasa benci
Malu dikalahkan, enggan dilemahkan....

Sepasang insan berkaca tentang takdir,
debatkan makna kodrat, yang mulai tersingkir...
Aku, diriku dan keegoisanku
dia, dirinya, dan dunianya......

Jubah keangkuhan tertanggalkan,
tatkala mereka ajarkan tentang
ikhlas, sabar, dan tawakal....
Benarkah aku terkalahkan?

Cemburu, rindu, dan rasa malu...
bersatu menggoyah telaga hati
Aku belum kalah, setidaknya pada hatiku sendiri....

Langkah yang menggontai, kukuatkan...
jiwa yang terkulai, kutegarkan....
demi suatu kalimat yang pernah teralun lampau,
"Bukankah setiap kau tersenyum, Aku hadir di sisimu.... ? "

2 komentar:

deje mengatakan...

perasaan dah selalu tersenyum deh... tapi sapa yang yang tiba2 hadir waktu tersenyum ... (mikir mode on)

Anonim mengatakan...

"Bukankah setiap kau tersenyum, Aku hadir di sisimu.... ? "
aku yang hadir saat engkau tersenyum dan engkau yang hadir dalam senyum ku