Selasa, 08 September 2009

Cinta Ramadhan

Tak ada kata yang lebih indah dan pantas, selain beribu syukur pada Rabbku, Pemilik Kerajaan Cinta yang tak pernah bosan memberiku begitu banyak nikmat dan keindahan hingga detik ini. Terlebih kurasakan, percintaanku dengannya yang semakin mesra dan romantis. Ramadhan.... sungguh kau buai aku dengan nuansa kental ruhiyahmu.
Delapan belas hari percintaanku dengan Ramadhan telah berjalan. Alhamdulillah, tak ada halangan yang terlalu berarti bagiku untuk melaluinya. Allah pun masih memberiku kesempatan beribadah hingga hari ini, komplit! Semoga tak ada ruang yang akhirnya memisahkanku dengan Ramadhan, seperti yang kualami di tahun 2006 lalu. Indahnya, bisa menyempurnakan ibadah puasaku. Dan tentunya tanpa tanggungan hutang di bulan – bulan selanjutnya ^_^

Ramadhan kali ini, Allah kembali mengijinkanku untuk bisa melaluinya di kampung halaman tercinta. Sebuah status baru yang mengharuskanku mengabdi di sini, di tanah kelahiranku. Tentunya yang paling indah, ya bisa merasakan buka, sahur, dan tarawih bersama keluarga tercinta. Tahun ini, aku juga tak sengaja bergabung dengan kelompok pengajian ibu – ibu di musholla tempat kami biasa berjamaah tarawih. Dan bersama mereka, selepas tarawih kami tadarus bersama. Sungguh indah. Mengkaji dan saling mengoreksi satu sama lain setiap bacaan yang salah. Mengingatkan kembali tentang ilmu – ilmu tajwid dan pelafalan huruf – huruf yang pernah aku pelajari dulu. Ramadhan, selalu memberiku ilmu dan kisah – kisah baru.

Aktivitas lain yang aku suka dan nyaris tak pernah terlewatkan, adalah mengikuti setiap episode ‘Para Pencari Tuhan 3’ di waktu sahur dan berbuka. Banyak sekali pesan moral yang aku dapatkan dari film berseri itu. Sering aku dibuat larut dalam haru sekaligus tawa, oleh tiap tokoh yang menurutku memiliki kekuatan karakter masing – masing. Dan bagiku, tayangan – tayangan seperti ini lah yang seharusnya banyak dilahirkan di negeri ini. Tayangan yang menginspirasi, mengedukasi, dan memotivasi.

Kekuatan dan aura Ramadhan juga semakin aku buktikan kini. Dan itu paling terlihat di tempatku beraktivitas sehari – hari. Mereka yang kutahu di bulan – bulan lalu nyaris tak pernah memasuki masjid untuk beribadah, di Ramadhan ini jadi memenuhi masjid di waktu Dhuhur dan Ashar. Ada lagi rekan yang tiba – tiba situs kunjungannya berubah 180 derajat. Tiap hari yang dibaca artikel – artikel Islami sambil diiringi alunan playlist di winamp yang bertemakan rohani. Malam – malamku atau bahkan malam – malam umat muslim di seluruh dunia yang tentunya lebih terasa spesial, karna sebuah kebersamaan untuk membuat raga terjaga dari lelap dan buaian mimpi.
Ramadhan juga sepertinya melembutkan hati – hati yang sombong dan keras, dalam ikhlas dan tulusnya berbagi. Indahnya..... ^_^

Oh iya, ini mungkin juga termasuk berkah Ramadhan yang aku rasakan. Di bulan nan suci ini, aku secara tak sengaja satu demi satu dipertemukan kembali dengan kawan dan sahabat – sahabat lama di sini. Silaturahim yang sempat termakan waktu, alhamdulillah dapat terjalin kembali. Ah, Ramadhan... kau membuatku jatuh hati. Jatuh hati pada keindahan akhlak insani yang kau naungi. Jatuh hati pada lembutnya hati hadapi hari. Janganlah cepat berlalu, karna ku pasti merindukanmu.....
Tentunya sebuah harap terbersit di hati ini. Semoga semua keistiqomahan, semangat yang memburu, dan lingkungan yang mendukung ini akan bertahan dan tidak lekang oleh waktu. Terkikis begitu saja, setelah Ramadhan berlalu. Semoga saja tidak.

2 komentar:

Dani mengatakan...

Alhamdulillah :)

Imam Bukhori mengatakan...

wah akhirnya edisi cinta ramadhannya keluar jg...thx ya sharingnya. Ada ibroh yg bisa diambil