Minggu, 23 November 2008

19Nop08

19 Nopember 2008, sepertinya akan menjadi salah satu hari yang tak terlupakan dalam hidupku. Bagaimana tidak, jika kau menjadi bahan pembicaraan dan lelucon, di hadapan 100 orang lebih,dalam waktu semalam!
Jika bisa kuputar waktu, tak ingin rasanya aku tertidur selepas Isya' itu...
Mentang - mentang sholat Isya' nya berjamaah, eh ketiduran kok ya berjamaah juga. Sampe - sampe ketinggalan buat apel malam! >.<
Yang lebih memalukan, ini adalah pertama kalinya aku telat bahkan absen, -Biasanya tukang teriak2 manggilin temen2 turun :D - itupun, karna suatu alasan yang konyol dan sangat memalukan (kalo kata temen2, 'gak mbois'). Yupi! Aku, lebih tepatnya kami se-blok, ketiduran.

"Ges... kamu gak ikut apel ta?" seru sebuah suara yang perlahan membangunkanku dari lelap.
Sambil mengumpulkan nyawa, aku mencoba menelusuri siapa si empunya suara tadi. Ternyata ketua kompi a.k.a ketua kelasku.

"Iya bu... aku turun bentar lagi...." masih dengan setengah ngantuk, aku ambil jilbab di lemari sekenanya, dan langsung keluar kamar. Di lobi kamarku sudah ada 3 teman lain yang siap dan terjaga (walau dengan mata - mata menahan kantuk). Sedang 3 lainnya, sepertinya masih terbang di nirwana.
Sambil memakai sepatu, aku lirik jam dinding yang menempel pada tembok di atasku.
"Loh? Udah jam 21:15, tumben temen - temen belum mulai apelnya?" tanyaku.

Masih dengan mimik muka santai seakan tak terjadi apapun, Erika, ketua kelasku berkata, "Siapa bilang belum mulai apelnya? Temen - temen dah di lapangan tuh dari tadi. Masing - masing kelas juga dah laporan. Ini aku suruh balik ma Riza (ketua senat), buat ngecek sekaligus jemput kalian. Coz, satu blok kok lenyap semuanya.... Bloknya gesty pula!"

DUENG! Bagai dihantam palu yang jatuh dari ketinggian lantai 4 asrama, entah bagaimana ekspresiku saat itu. Yang kuingat, aku sudah jongkok di lantai sambil berteriak histeris!
"Masya Allah... jadi ceritanya kita ini terdakwa??!!" >.<

Masih dengan santainya, "Iya... turun yuk.. temen - temen dah pada nunggu tuh..."

Aku lihat ekspresi teman - teman se-blokku. Pucat, merah, gak jelas! Dari mimik itu, aku bisa menangkap sebuah ungkapan lugas, "Gak usah turun donk... malu niih...."
Aku pribadi juga gak bisa membayangkan, bagaimana jika harus turun, 7 wanita berjilbab dalam barisan, diikuti mata - mata penuh pandangan aneh dari 100 orang lebih yang sudah siap sedari tadi lapangan.
"Erika... gimana dunk.. malu banget kalo harus turun..." ujarku memelas.

"Yawdah.. gini aja, kalian gak usah turun. Nanti biar aku sampaikan sama Riza dan temen2 kalo kalian se-blok tidur berjamaah. Setidaknya mereka tahu, karna apa kalian sampe gak dateng apel. Bareng2 pula se-blok!" Erika seakan mengerti kondisi hati kami.

"Hu'uh, gitu aja deh... makasih yaa....." ada sedikit kelegaan hatiku, tapi tetap tertimbun oleh rasa bersalah dan malu yang tak terbendung. Sempat juga terbersit, "What a looser i am!"

Keesokan paginya waktu senam, semua mata tertuju pada kami. Walau mungkin niat mereka memandang tidak seperti yang kami kira, kami sudah terlanjur malu dengan kejadian semalam. Hiks... bukankah tertidur itu fitrah dan wajar bagi seorang manusia... :(
Tapi heran juga, bagaimana mungkin kami se-blok benar - benar 'tewas' seluruhnya malam itu. Dan tak ada satupun yang bisa terjaga. Padahal biasanya, panggilan untuk persiapan apel selalu terdengar dan paling tidak salah satu dari kami selalu membangunkan kawan - kawan lain yang mungkin tertidur. Tapi malam itu tidak, selepas sholat Isya' berjamaah, semua seakan tersihir dan terlelap dengan manisnya.. :D

Dari seorang kawan yang mengungkit - mengungkit kejadian semalan, sambil tak henti - hentinya menggodaku, aku baru tahu bahwa rasa malu kami semakin diperbesar oleh Erika saat dia turun tanpa bersama kami malam itu.
Begitu dia tiba di lapangan, benar yang dia laporkan di hadapan teman - teman adalah alasan mengapa kami tidak hadir, yakni karena ketiduran. Tapi begitu Riza bertanya, kenapa kami tidak ikut turun, Erika dengan polos, lugu, dan jujurnya menjawab, "Siap! Mereka tidak mau turun, karna malu!" "-_-

Hwaaaa....... benar - benar amazing malam itu! Seorang rekan yang terkenal cerewet dan menjadi pioner apel, telat dan tidak hadir karena KETIDURAN!
Yah.. setidaknya, ada kisah yang membuatku tersenyum kelak saat mengingat 'apel malam' :)
Dan sebagai pengingat buat kita semua, bahwa NO BODIES PERFECT, guys! "-_-

1 komentar:

Toga mengatakan...

wah segitunya kejadiannya. semangat terus bun