Senin, 05 Mei 2008

Secangkir Kopi

Kadang coklat, ada pula yang suka hitam. Aromanya khas, bisa manis bisa pahit.
Itulah penampakan secangkir kopi yang menjadi minuman favoritku hingga kini. Tak terhitung berapa orang yang mengingatkanku tentang efek negatif dari kegemaranku itu. Tapi... namanya suka, gimana lagi... :D

Capuccino, kopi asli, kopi susu, kopi kelapa sawit, kopi jahe, kopi cream, kopi mocca... semua jenis minuman yang berembel "kopi", aku suka! Bagiku, selalu ada rasa dan sensasi tersendiri, dalam setiap tegukan secangkir kopi. Ibarat sebuah pelayaran, tegukan pertama bak semilir angin laut yang siap membawa kapalku mengarungi samudera.
Tegukan selanjutnya, berurutan mulai dari saat kau bentangkan layar, mengambil kemudi dan menentukan arah, hingga berjuang bersama hebatnya badai & ombak yang sewaktu - waktu bisa membawamu "ber-temu" dengan karang.
Ah... nikmatnya secangkir kopi.

Sepulang kuliah beberapa minggu yang lalu, kutemukan lagi satu makna baru dari secangkir kopi. Beberapa rekan yang tak sengaja kutemui di parkiran motor, tiba - tiba memanggil, "Mo langsung pulang, Bu? Ayuk ikut ngumpul bareng2, sambil ngopi..."
Aha, kata yang terakhir begitu menyejukkan telingaku. Yup, bisa dibilang cukup lama aku tak menyentuh minuman itu semenjak beberapa bulan yang lalu. Aku kangen wanginya yang khas.
Aku melihat, tak hanya aku wanita yang ada di antara mereka. Dan tanpa berfikir panjang lagi, kuputuskan untuk ikut.

Kujanjikan, kau akan menemui banyak sekali warles (warung lesehan) di sepinggir jalan di daerah kampus. Trotoar yang disulap menjadi "lintasan" meja - meja kecil berhiaskan lampu minyak atau lilin. Sekilas cukup redup dan remang. Namun ini, cukup menjadi tempat favorit muda - mudi di kotaku. Baik yang datang bersama pasangan, maupun yang datang bak segerombolan "si berat" yang hendak merampok bank, seperti kami saat itu.
Kalo dari menu, kita bisa memilih. Ada warles yang menyediakan makanan (biasanya lalapan atau nasi goreng dan sebangsanya), ada juga yang khusus menawarkan menu2 minuman. Dan kami yang memang tidak sedang merasa kelaparan malam itu, tentu saja memutuskan memarkir motor di warles dekat gedung DPR. Aku lupa apa namanya, yang jelas di sana benar - benar khusus menjual minuman. Seperti kopi susu, capuccino, joshua, ketan, dll. Selama aku di Jember, ini kali kedua aku mampir di warung lesehan untuk ngopi. Yang pertama kali, bersama rekan2 Ecpose, di warles yang kami kenal dengan sebutan "Cak Ndan". Lokasinya di sekitar jalan Kalimantan, dekat dengan TogaMas.
Sayang, dari semua warung kopi yang aku datangi di Jember, tak ada warung yang khusus menyediakan beraneka macam kopi saja, seperti yang kutemui dulu di Malang.

Kami larut dalam obrolan santai dan guyonan2, ditemani secangkir minuman yang sudah dipesan masing - masing. Baru kusadar, sebelumnya aku sama sekali tak pernah akrab dengan beberapa orang di antara mereka. Mungkin hanya sekedar tahu dan menyapa. Tapi malam itu, bersama secangkir kopi di depan kami, suasana jadi begitu akrab, cair dan tidak kaku. Satu sama lain, seakan telah mengenal lama. Seseorang yang kubilang tak pernah ngobrol banyak denganku pun, tanpa sungkan dan ragu, beberapa kali melontarkan banyolan dan "gojlokan2" konyol kepadaku.
Secangkir kopi bisa mencairkan dan mengakrabkan suasana. Itu telah kubuktikan.

Kegaduhan kami berlanjut. Walau kami tahu ulah kami itu cukup menganggu pasangan muda - mudi di sekeliling kami yang sedang menikmati malam. Hehehe....
Hingga jarum pendek di arloji biru kesayanganku, sudah menunjukkan pukul 20:00. Kami putuskan tuk akhiri per-cengkramaan itu sambil membuat rencana untuk melakukan "kuliner kopi" selanjutnya.

Punya referensi warung kopi yang maknyuuuss.... ?

9 komentar:

ardhian mengatakan...

Gak takut kafein??? --> kayak di iklan aja :D

mbemz mengatakan...

emm..mang kafein tuh paan yah? :D

PenyuGarong mengatakan...

ngopi di tukang poto kopi ajah...

*lho?

Upyl mengatakan...

Ayo maen ke kontrakanQ. Tak traktir air panas buat bikin kopi :D

Bayu mengatakan...

Kayaknya berkesan banget... ;)
Udah nyobain Kopi Item Panas dicelupin Durian?

mbemz mengatakan...

@penyunyu : tar ente yang ane poto kopi yah??!!

@upyl : sama kue2 juga dunk pastinyah...

@bang coco : wew? item panas dicelupin durian? gmna yak? penasaran..... boleh kapan2 bang? :D

runnie mengatakan...

pilihan tetep jatuh pada starbuck dunk. rasain deh sensasinya, hahahaaa... -maknyuzzz-
caramel latte or moccacino-nya, recomended loh

*btw, blogmu wes tak link gest (tapi gak bilang2)

mbemz mengatakan...

wah..klo starbuck rung tahu njajal aku mbak, tapi nek starwars udah! :D

*yupi, silahkeun, aku yo nge-link punya sameyan gak pamit kok :P (linker eror gak mari2 kiy.. :( )

nadhika mengatakan...

starbuck emang makyus....harganya jg maknyussss....:D