Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Agustus 2011

Bintang



Bintang - bintang itu, berkelip isyaratkan sesuatu,
adakah ia merindu..... ? 

Minggu, 26 Juni 2011

Matahariku

terkadang ia menyengat, namun tak menyakitkan....
tak jarang ia terasa hangat, namun tak melenakan....
tak berlebihan jika angkuhnya mengikat, sebagai poros beragam kebutuhan....

matahari yang kujumpai itu, bernama Cinta....... :-)


Senin, 02 Mei 2011

Jika

Jika saja, mentari itu tak hadir begitu cepat...
ingin rasanya kutak terjaga dari mimpi perjumpaan itu...

Jika saja, malam mau tinggal sedikit lebih lama,
kuingin selalu lukiskan senyumku sebagai kehadiranmu pada keindahan langit semesta....

Jika saja, alunan melodi tak mengenal henti...
ingin slalu kudendangkan nada - nada tentang perjalanan kita....

Jika saja, aku masih diberi waktu tuk terus berkata dalam aksara... aku ingin terus dan tak pernah bosan tuk mengucap, "Jika... jika..dan jika...."

Karna saat ini, hanya di batas itu aku berkuasa.......

Minggu, 17 April 2011

Soe Hok Gie dalam Puisi



MANDALAWANGI – PANGRANGO
Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu
walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku
aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta
malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua
“hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya, tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar, terimalah dan hadapilah"
dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 jurangmu
aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup
-Jakarta 19-7-1966-

Sebuah Tanya

Akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui

apakah kau masih berbicara selembut dahulu
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku

(kabut tipis pun turun pelan-pelan
di lembah kasih, lembah mandalawangi
kau dan aku tegak berdiri
melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika kudekap kau
dekaplah lebih mesra, lebih dekat

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi
kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya
kau dan aku bicara
tanpa kata, tanpa suara
ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

apakah kau masih akan berkata
kudengar derap jantungmu
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta

(hari pun menjadi malam
kulihat semuanya menjadi muram
wajah-wajah yang tidak kita kenal berbicara
dalam bahasa yang kita tidak mengerti
seperti kabut pagi itu)

manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru

-Selasa, 1 April 1969-



Puisi Terakhir - Soe Hok Gie

Ada orang yang menghabiskan waktunya ke Mekkah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Mirasa

Tapi aku ingin menghabiskan waktu ku di sisi mu... sayangku...

Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mandala Wangi

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danau
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biapra

Tapi aku ingin mati di sisi mu... Manis ku...

Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya,
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu

Mari sini sayang ku...

Kalian yang pernah mesra,
Yang simpati dan pernah baik pada ku,
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung...

Kita tak pernah menanamkan apa-apa
Kita tak kan pernah kehilangan apa-apa




Selasa, 11 November 1969



Nasib terbaik adalah tak pernah dilahirkan
Yang kedua, dilahirkan tapi mati muda
Dan yang tersial adalah berumur tua
Berbahagialah mereka yang mati muda

Mahluk kecil...
Kembalilah dari tiada ke tiada...
Berbahagialah dalam ketiadaan mu...

Kamis, 27 Januari 2011

Menyapa Senja

Senja tersapu syahdu oleh gelitik pujangga malam. 
sesyahdu suasana hatiku detik itu,
tak pernah aku meminta dan bermimpi tuk kuasai rasa ini
namun apa dayaku, saat geliatnya tak bisa kuhindari terus menyelusupi nadi. 
aku jatuh hati, semakin dan semakin dalam bersama waktu yang kunanti.......

Jumat, 14 Januari 2011

Kapan

Nanti ya... nanti..... saat nyanyian semangatku s'lalu bisa bangkitkanmu dari lelah dan letihmu...
Nanti ya....nanti..... saat senyumku s'lalu ada menyambut pagi dan mengantar tidurmu....

Nanti ya....sungguh nanti.... saat tak ada lagi hijab antara ku dan dirimu......

Selasa, 11 Januari 2011

Celoteh Pagi

Aku, bernyanyi dalam diam,
mencoba tuk pecahkan sunyi hati yang lembam...
Biar mereka menari walau kesepian,
si hati hanya ingin terus bercinta dengan mimpi dan harapan....

Terkadang, entah mengapa kita begitu menikmati kesendirian. Mencoba bermain peran tunggal penguasa dunia tanpa satu pun figuran. Kita bebas melakukan apa saja. Tertawa, menangis, berteriak, merintih, marah semuanya bisa lahir tanpa paksaan. Ketika dunia saat itu milik kita, ketika dunia kala itu dalam genggaman kita, dan ketika dunia di waktu itu hanya tersenyum untuk kita. Aih... amboi.. indahnya....
Dan tahukah kawan, semua keindahan itu hanya ada dalam dunia yang mampu kita ciptakan sendiri. Dunia itu adalah, imajinasi........


Minggu, 22 Agustus 2010

11st_Ramadhan

Ishtar menyelubung di senyap subuhku,
lalu tanpa permisi... melukis lengkung senyum mu.....


~ (masih) dalam rindu ~

Jumat, 20 Agustus 2010

Sajak Kecil tentang Cinta

Mencintai angin,
harus menjadi siul
Mencintai air,
harus menjadi ricik
Mencintai gunung,
harus menjadi terjal
Mencintai api,
harus menjadi jilat
Mencintai cakrawala,
harus menebas jarak


Mencintaimu.........
harus menjelma aku,


~Sapardi Djoko Damono~

Rabu, 18 Agustus 2010

_Menunggu_


Dalam bilangan hari yang jelas, rindu ini semakin meraja.
Di sini, berteman mimpi yang pernah kita renda, Aku Menunggu.....
#puisikita

Selasa, 24 November 2009

Bukan Maya

Ini tentang hati.
yang kemarin menyapamu dengan gemerlap duniawi....

Seakan terlalu banyak kisah tuk ditekuri,
bukan karna terlalu indah.... bukan pula karna tak layak puji....
semata hanya karna waktu yang melindasnya menjadi memori.....

Geliat warna - warni topeng usik lamunan sang peri senja,
mata indahnya mengedip manja, layaknya lakon di panggung opera

Maukah bertaruh denganku?
Pelataran sukma, pastilah inginkan nyata..bukan maya....

Desau angin surga, membawa bisik - gemerisik palung hati jiwa - jiwa yang bertakwa,
ucapnya.....
"Sungguh, cintai aku hanya karna agama dan akhlaq yang melekat padaku,
karna hanya itu yang tak lekang termakan oleh waktu....."

Kamis, 22 Oktober 2009

Untukmu Adinda Kecil....

Dik… kemari sayang…
berlarilah ke dalam pelukku,
kuberjanji tuk hadirkan hangat itu untukmu…

Dik… jangan takut manis…
Tak kan ada yang biarkanmu sendiri,
tuk hadapi hari agar terus berseri…

Dik… janganlah bersedih…
Walau tak kan pernah serupa,
rasa sayang ini kan mengalir untukmu seperti bunda…

Dik… menangislah dalam dekapku…
menangislah selagi kau mampu,
walau sejatinya air mata itu, belumlah kuasa artikan dunia dan hatimu yang mungkin beku

Dik… berjanjilah untuk tak marah…
Tak ada yang pergi meninggalkanmu,
Kau hanya butuh waktu, tuk bisa pahami semua itu…

Cantik… sungguh mata itu terlalu cantik,
Biarlah warna - warni pelangi yang semakin meng-indahkannya
Suci… sungguh hati itu terlampau suci,
Cukuplah lantunan doa dan nyanyian surgawi yang menghiasinya…

Suatu hari nanti, ya.. suatu hari nanti…
Kala kau tlah bisa melangkah dengan hatimu,
Kan kukisahkan tentang seorang wanita kuat dan hebat,
yang tak pernah lelah berjuang demi buah hati dan cintanya…

Suatu masa nanti, Dik… sungguh suatu masa nanti…
kala kau tlah menyapa dunia dengan dewasamu,
kan kuajarkan semua yang ku tahu…
Bahwa dengan berbekal ‘solihah’,
kau mampu iringi perjalanan wanita mulia itu



Percayalah, Dik..
Bunda dengan segenap jiwanya,
mencintaimu…..

Jember, 20 Oktober 2009

Senin, 19 Oktober 2009

Wanita Sholehah

Wanita solehah adalah sebaik2 keindahan
menatapnya menyejukkan qolbu
mendengarkan suaranya menghanyutkan batin
ditinggalkan menambah keyakinan

wanita solehah adalah bidadari surga yang hadir di dunia
wanita solehah adalah ibu dari anak2 yang mulia
wanita solehah adalah istri yang meneguhkan jihad suami
wanita solehah adalah penebar rahmat bagi rumah tangga
cahaya dunia dan akhirat

Perhiasaan yang paling indah bagi seorang abdi Allah
itulah ia wanita solehah
ia menghiasi duniaa...

itulah ia wanita solehah
ia menghiasi duniaa...

Aurat ditutup demi kehormatan
Kitab Al Quran didaulatkan
Suami mereka ditaatinya
walau bertahan di rumah saja

karena iman dan juga islam
telah menjadi keyakinan
jiwa raga mampu dikorbankan
harta kemewahan dilabuhkan

Di dalam kehidupan ini
ia memancarkan kemuliaan
Bagai sekuntum mawar yang tegar
di tengah gelombang kehidupan

Aa' Gym - The Fikr

Rabu, 09 September 2009

- Ironi -

Kemarin, katamu kau tak akan pergi,
namun semenit lalu, bayangmu pun sudah tak kutemui...
Baru kemarin, nafasmu sadarkan aku akan sebuah sinergi,
tumpang tindihnya qalbu yang terbalut imaji.....

Ya, baru kemarin...
yang kubilang kelabu, katamu pelangi....
Nyatanya? Kini mentari tak buat langitku warna - warni.....

Ah, cemburuku hanyalah api....
Tak mau lagi kusapa kau walau dalam mimpi
nuraniku semakin menyadari,

Illahi Rabbi,
yang cintanya sejati.. tak menyakiti, dan mengkhianati.....



Untukmu sobat, yang terkungkung cinta duniawi

Senin, 02 Februari 2009

Blank

Setetes tak berarti sendiri....
Mengembara dalam sunyi yang tak bertepi
Ia serupa namun tak sama,
saling tautkan asa pada kuasa semesta

Yang terasing biarlah berlari
yang bergeming izinkan terus bermimpi...
Bukankah melodi pun tak slalu punya arti ?

Hitam... putih... abu - abu...
haruskah kupilih satu?
Lantas, bilamana jika ku mau biru?

Mereka bilang ini ironi,
mereka yakin ini hanya sugesti....
Aku yang gamang saat sendiri,
hanya mampu tersenyum tanpa arti...

Biarkan yang berkuasa nurani....
"karna tak kan ada dusta!", itu kata hati
Fiuuhh.....
jika sudah kehendak-Mu, adakah lagi yang mampu berbunyi?

Selasa, 27 Januari 2009

-Pelangi-

Umi...
kenapa kembali kutemui air mengalir di pipimu?
Bukankah aku tak lagi merengek minta kau susui?

Umi...
pagi ini kutemui kau menangis lagi
Bolehkah kutebak penyebabnya?
Pasti karna abi yang tak kunjung pulang...

Tenanglah umi...
bukankah abi pamit pergi hanya sebentar saja?
"Abi akan menjemput hujan dan membawa pelangi untukmu, nak.."
begitu jawabnya, saat kutanya hendak ke mana
Aku hanya diam, walau fikirku berkecamuk
saat kutahu abi selipkan sebilah pisau di balik bajunya

Umi...
sore ini aku bermain dengan Hasan
Bersama mobil - mobilan bututku,
mainan bekas abang, yang dipoles tangan ajaib abi

Tiba - tiba saja, suara yang begitu bising memekakkan telingaku
Asap yang biasa kutemui dari balik dapurmu,
memenuhi langit sore itu....
Semua tetangga kita ribut berteriak dan berlari
"Allahu Akbar.. Allahu Akbar!"
hanya itu yang aku dengar berulang kali

Aku sempat melihat benda - benda kecil serupa besi berserakan,
saat seorang paman tak kukenal tiba - tiba menggendongku sambil berujar,
"Hati - hati, nak... itu peluru.."
Sekali lagi aku hanya bisa berteriak dalam hati,
"Ada apa ini ? "

Kenapa aku tak diizinkan terus balapan mobil dengan Hasan, Umi?
Kenapa aku harus pula dipisahkan dengan mobil - mobilan kesayanganku?
Bahkan Hasan pun, tak mau lagi main denganku
Terakhir kulihat, ia tertidur... tidur sangat lelap & tak mau membuka matanya...
walau tlah berulang kali kupanggil dan bangunkan ia....

Apa aku terlalu nakal, Umi?
hingga semua menjauhiku...
Abi yang tak kunjung datang, karna menjemput pelangi,
hingga kau pun yang kini ikut - ikutan terdiam, tanpa gerak dan suara.....

Ayo bangun, Umi.....
sekalipun kubenci melihat air matamu,
tapi slalu kurindu pelangi yang hadir di balik wajah & senyummu setelah itu...
Kehangatan yang slalu kau coba hadirkan di balik getir dan nanar hatimu

Ah.... kau tetap tak mau membuka matamu, Umi....
teriak dan tangisku pun, tak kan membuatmu terjaga
Lantas....
pada siapa kini harus kucari pelangi ?


Selasa, 13 Mei 2008

kemarin dan kini ...

Kemarin, suaramu begitu nyaring..
namun mengapa kini me-nyahdu...?
Kemarin, lakumu begitu yakin...
tapi kenapa kini semakin me-layu....?
Ya..kemarin, kuingat senyummu begitu merekah...
namun yang kutemui, kini kau tak lagi berseri indah...
Kemarin,benar - benar masih kemarin.... hati yang kau sembunyikan itu, masih bertahan dengan kokohnya...
tapi tidak saat kutemui kau lagi kini, sorot mata yg mencerminkan kerasnya hatimu, kini semakin sayu... dan sayu.....

Ada apa denganmu dara?
adakah mencoba berlari dan me-munafiki diri?
Langitmu masih di sana jeng...
bintangmu tak kan pergi ke mana.....
Sudah lupa kau? Tentang ilmu ikhlas dan sabar.. ?

Di sini... di detik ini... di ruang dan waktu yg nyaris meremang ini...
kutemui refleksi diri, dari sebuah cermin usang....

Jumat, 01 Februari 2008

-Gamang-

Nafasku beradu dengan ambisi yang serasa tak pernah mati....
Begitu banyak angan... begitu banyak mimpi....
namun ragaku tak acuh dan tak kuasa,
Lalu haruskah semua ini bermuara seperti lalu?
Bersinar..gemerlap.... lalu perlahan meredup dan pudar...

Ayolah hati.... sampai kapan kau akan terus mati suri?
aku sudah lelah didorong dan ditekan oleh egomu!
Tak sayangkah kau, pada detik yang harus mengalir percuma....
aku pun sebenarnya tak rela, jika semua asa musti terlupa

Bangun, ayo buka langkahmu!
kutahu kerikil di depan sana semakin tajam..
kulihat pula angin yang berhembus semakin kencang
tpi itu bukan alasan, bagi kita tuk acuh dari kosmos ini...

Ingat citamu...
ingat mimpimu....
ingat sederet harapanmu....
ingat pula cintamu....
perjuangkan mereka,
Berlombalah dengan mentari!

Biar ku di bilang angkuh!
Tak peduli ku dianggap gila!
Terserah apa kata mereka....
aku hanya tak ingin waktuku sia - sia........


P,01-02-08, -on vertigo-

Senin, 31 Desember 2007

tiga pulu satu desember dua ribu tujuh

Hummm.......
Esok mentari 2008 kan terbit... sejarah 2007 pun harus kembali terangkum dalam album memori.
Semua tangis... peluh.... kegelisahan... biarlah menjadi kenangan...
bekal tuk jadi semakin kuat, berlari... dan mengejar mentari...
Senyum..tawa.. dan suka.... jadikanlah pewarna...
bahwa tak ada jalan yang terlalu rumit tuk dilalui
Kebahagiaan selayaknya menjadi bahan koreksi diri, tuk semakin berendah hati..
Tak ada yang sempurna di dunia ini.....

Biarlah hitam dengan pekatnya... dan jagalah putih dengan kesuciannya....
hingga warna - warna dunia menyapu mereka rata......



Selamat datang mentari..... siramkanlah cahya emasmu, mengiringi langkah kami..
yang selalu haus oleh imajinasi....

Akankah esok secantik lalu...?
Bilakah pagi kan tersenyum semanis biasanya...?
Masihkah nurani meronta nikmat & menghempas syukur .....?

Wahai Penguasa Alam Semesta.... izinkan hari - hari esokku slalu berseri....
bukan selalu murni oleh kebahagiaan... karna kutakkan pernah belajar tangguh karnanya...
Hiasi ia... juga dengan ujian & beberapa kerikil tajam, hingga dibuatnya jiwa ini jadi sekuat dan setegar batu karang....

Angin utara... bawa ku terbang tinggi....
menjemput mentari... dan terus merenda mimpi.....

semoga semua menjadi lebih baik................................... ^_^