Tampilkan postingan dengan label cita dan cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cita dan cinta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 April 2010

Telaga Hati

Ya Rahman... jika Kau perkenankan dia sebagai yang terbaik bagiku,
mudahkanlah langkah ini...
beri kami kekuatan menghadapi setiap uji dan coba,
hingga sang waktu dengan ijin-Mu,
membawa dan menyatukan mimpi kami ke dalam ikatan suci....

Namun jika bukanlah dia yang terbaik tuk iringi perjuangan ini,
berkenanlah tuk terangi hati kami dengan cahaya ke-ikhlasanMu..
karna kami percaya, apa yang terlihat baik dan indah bagi kami,
belum tentu begitu sejatinya...
Kebaikan dan keindahan-Mu lah yang jauh lebih mutlak dan hakiki...

Kupasrahkan jalan hidupku pada-Mu Ya Rabbi...
setelah doa dan ikhtiar menjaga hati kulalui
Tetap kokohkanlah perisai hati kami,
tuk menjaga kesucian anugrah-Mu yang telah berkubang di hati ini...


Semua karna kubersyukur, tlah mengenal cinta.......

Kamis, 03 April 2008

Elegi kemarin sore....

" Seberapa mudahkah kau meyakini, bahwa yang kau rasakan itu cinta.... ? "

Hingga kini, terlalu sulit bagiku untuk bisa menerima atau melontarkan "kata" yang menurutku sakral itu.
Seiring berjalannya usia yang mendewasa, tlah banyak pula roman dan kisah yang kulihat dan temui, bahkan beberapa tak sengaja mampir. Namun nyaris tak bisa kutemui & kuingat, bibir yang dianugerahkan Tuhan untukku ini, melisankan "kata" itu.
Mungkin lebih tepatnya, memang tak pernah.........

Pernahkah aku jatuh cinta?
Entah...
Sekali lagi, terlalu sulit untuk menerjemahkan rasa itu... yang kurasakan sendiri sekalipun! Berbagai macam karakter yang ikut mengisi hari - hari ku hingga kini, tak cukup membuatku belajar, bagaimana mengekspresikan apa yang aku rasakan. Karna memang aku tak tahu.. atau tak mau tahu? Sekali lagi entah......

Satu.. dua... tiga.. dan sekian... terhitung pernah mencoba menawarkan "makna" itu. Dan aku? Selalu dan selalu... dihadapkan pada kondisi serba salah... gak enak.... khawatir... kalau - kalau akhir indah yang diharapkan, justru berganti menjadi mimpi buruk nan suram.
Ketakutanku beberapa kali terbukti. "Kata" itu yang membuatku tak mengenal lagi kawan, "kata" itu yang membuatku menjadi orang lain di tengah sahabat - sahabatku sendiri, "kata" itu pula yang begitu mudah merubah sosok usil dan periang, menjadi seorang yang kaku dan begitu menjaga image dirinya.
Ah... pernah aku begitu membenci "kata" itu dan segala yang berhubungan dengannya. Termasuk siapapun yang berani - berani mencoba, "memainkan"-nya denganku.

Jika suatu hari kau mendengar "kata" itu terlontar untukmu dari sebuah hati, yang pemiliknya terhitung baru saja mengenalmu.... Lebih - lebih jika dia hanya mengharapkanmu untuk sebuah "perjalanan" yang tak pasti dan tak berkomitmen....
Kira - kira apa yang ada dalam bayanganmu?
Dan salahkah jika aku.....dia..... atau siapapun akhirnya berfikir,
"Sebegitu mudahkah?"
"Apa parameternya?"
"Seberapa yakin dan siapkah?"

Sisi kejam dan sadis jiwaku pun, jika tak kuhalangi, bisa saja berfikir, "Dasar tukang obral!"


Terlalu suci... sungguh terlalu agung..... jika fitrah manusia yang telah dianugrahkan Allah itu, menjadi sesuatu yang begitu mudahnya mengalir, hingga akhirnya menjadi tak berharga dan bermakna lagi.
Bukankah lebih indah, jika sesuatu yang suci tadi, diimplementasikan pada objek yang juga memang indah dan pantas!
Siapakah dia?
Tentunya insan yang untuk menemui & mendapatkannya, kau harus melalui semedi panjang dalam doa, perjuangan, dan kesabaran....

Selasa, 30 Oktober 2007

Menggapai Cita dalam Cinta...

Mungkinkah?? Jawabnya Mungkin! Sedikit baca sinopsis sebuah buku baru yang berjudul Menggapai Cita dalam Cinta, sesuatu yang awalnya terasa berat dan mustahil itu...ternyata mungkin & bisa terjadi.
Kembali terbayang akan mimpiku itu... To be an employee, university student, and house wife di waktu yang bersamaan.
Hehehe... namanya mimpi sah2 aja to? Dan selama kita masih bisa bermimpi...ya mimpilah setinggi2nya! Bukankah kita terus hidup karna adanya harapan & impian! ;)

Beberapa kawan sempat menjadi kerikil di jalan2ku... segala statement mereka yang menyatakan..buat apa seorang wanita punya gelar / pendidikan tinggi..kalau ujung2nya juga bakal kembali berkutat di dapur!
So Loh gitu What?! Tiap orang kan punya hak buat nentuin jalan hidupnya masing2! Lagian..sekalipun nanti aku memang harus murni menjadi ibu rumah tangga yang sehari2nya bergaul sama panci..penggorengan... cucian.... mengantar & menunggu suami tercinta pulang dengan senyuman.... sedikitpun aku gak akan menyesali masa mudaku yang terbuang untuk terus meraih mimpi! Bukankah lebih bangga, menjadi ibu + istri yang cerdas & terampil, serta pandai memanage keuangan & kebutuhan keluarga! So... sekalipun cuma ibu rumah tangga.... aku hanya ingin anak2ku kelak bangga sama ibunya ini... ^_^
Huehehe..... mimpi biarlah terus menjadi mimpi...
Buat aku yang masih terjaga & berakal hingga kini... ya berjuang dunk, menempuh segala jalan yang diridhoi Alloh tuk wujudkan "mimpi" itu! Amin.....

Back to menggapai cita dalam cinta tadi...apa seh maksudnya?
Kaum cukup umur a.k.a siap nikah di sekeliling kita dewasa ini..mayoritas cenderung terdoktrin bahwa materi adalah modal terpenting untuk menuju proses 'itu' setelah rasa. Aku pribadi juga masih termasuk di dalamnya kok! :p
Jargon2 ttg...emang mo makan cinta? Secara kasat mata... mungkin benar dan masih menjadi momok!
Siapapun tahu lah... nikah gak pake modal... alias dua pihak pelaksana sama2 nekat, gak berladangkan nafkah yang pasti... sama aja kayak naik perahu bocor! Sekalipun dijalankan berdua dan bersama... dengan sayang, cinta, dan saudara2nya yang laen...
Di tengah jalan yang ada malah tenggelam bersama. Dan tentunya... pulau impian juga tak kan
pernah berhasil dikunjungi.
Belum lagi... kalo salah satu atau bahkan kedua belah pihak, sama2 masih berstatus mahasiswa! Wah...lebih runyem lagi... ! Kapan mikir keluarga... kalo hari2nya dipenuhi dengan tugas2, ujian kuliah, plus kerjaan kantor yang selalu menggantung gak jelas! Di mata kita yang awam ini...pasti ruwet banget..... >.>
Nah....alasan materi plus "tetangga2nya" inilah...yang akhirnya menjadi senjata melarikan diri dan berkata "aku belum siap!"
Lalu...apa iya...selamanya kita tidak bisa menggapai cita dalam cinta? Istilah KKN alias Kuliah, Kerja, & Nikah, toh mulai banyak menjadi pilihan keluarga2 muda, khususnya yang aku kenal. Dan mereka... cukup menjadi motivator bagiku.
Bagaimana jurus menghadapi rutinitas sehari2 yang super sibuk & melelahkan... tiap keluarga punya versi masing2. Itu yang diam2 kucuri dan kupelajari dari mereka. Walau kutahu pasti berat.... but.....
Nothing impossible in this world! Selama ada kemauan dan niat yang kuat... pasti ada jalan keluar!
So... mungkin kok, menggapai cita dalam cinta! Ada yang mo menyusul mereka?

*Dan Gesti pun terus bermimpi.... -_-