Tampilkan postingan dengan label mommy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mommy. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juli 2009

Celoteh yang Menginspirasi

"Mbak, kalo nerjemahin ini gimana?"
Celotehnya yang begitu sering hadir di tengah kesibukanku terkadang sedikit membuatku sebal. Namun ketekunan dan semangatnya yang tak pernah surut untuk terus belajar, membuatku semakin kagum dan merasa malu. Di usianya yang bisa dibilang tak lagi belia, tak ada kata "tidak" untuk tetap dan terus belajar. Dari situ aku semakin tahu, menjadi guru itu ternyata memang tak mudah. Musti ekstra sabar dan mengerti. (Salut dan salam kagumku untuk semua pahlawan tanpa tanda jasa di bumi ini) Lebih - lebih yang jadi murid bukanlah anak - anak yang mungkin dalam hal pemikiran lebih mudah dan "cepet nyandak".

Ya Rahman... maafkan aku yang sempat merasa tidak sabar untuk lebih bersemangat menyamai semangat beliau yang tak pernah padam. Berilah aku kemudahan dan kekuatan untuk tetap bisa menjadi tempat baginya berbagi dan saling belajar. Bukankah tak ada yang lebih indah bagi seorang insan, saat ia mampu memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi sekelilingnya ? Lebih - lebih jika itu untuk seseorang yang bermakna dan dicinta.
SubhanAllah... ibundaku.... terimakasih tlah kembali menginspirasiku......


Dedicated for,
Ibu yang sedang giat belajar bahasa inggris
Luph u mom, forever and ever....

Kamis, 14 Mei 2009

Tangan Ajaib

"Ma... suapin yah?!"
Hehehe... gak biasanya aku semanja kemarin. Dan gak biasanya pula ibundaku tercinta langsung mengiyakan permintaanku itu. Mungkin baginya, juga tak setiap hari putri terbandelnya ini minta disuapin makan.
Si adek juga sepertinya terkompori ulahku. Dia me-request hal serupa, minta disuapin makan. :D
Alhasil, ibu mengambil sepiring nasi yang menggunung.
"Wes, ayo dimaem orang tiga..."

SubhanAllah.. kemesraan itu sungguh begitu indah. Andai aku bisa terus menikmatinya setiap saat. Biasanya aku cuma sebatas "ngampung" dan gangguin "icip2" ibu yang lagi makan. Sambil minta beberapa suap. Tapi kemarin, benar - benar kunimati tiap suap dari tangannya sampai tak ada yang tersisa di piring yang awalnya menggunung nasi tadi.
"Ayo..... mbak....", ujarnya sambil menyodorkan tangannya yang telah terisi nasi dan lauk. Aku membuka mulutku lebar - lebar dan "AAeeemmm......." Hihihi.. benar - benar seperti sosokku 10 atau 15 tahun yang lalu. Yang masih harus dikejar ke sana ke mari jika waktu makan tiba. Sungguh berbeda dengan kini. Yang tanpa diingatkan pun, selalu tak pernah absen dalam urusan makan :P

Entah mengapa, ide itu tiba - tiba muncul. Aku kangen dan begitu ingin disuapin ibu. Dan aku pun tak menyangka respon ibu yang demikian semangat hingga tak menyadari betapa banyaknya nasi yang telah ia tumpahkan di sepiring nasi itu. Sekalipun di keroyok bertiga, adek dan ibu menyerah dan gugur lebih dulu dari pertempuran penghabisan nasi itu. Dan aku.. tetaplah yang terus bertahan... hehehe...
Bahkan hingga nasi di piring tidak tersisa pun, aku masih tetap semangat membuka mulutku menanti suapan berikutnya. "Heh, mbak... dah habis ini lho.... nambah lagi ta?"
Ups! Kenapa aku belum merasa kenyang ya? Telor ceplok dan kering tempe yang sungguh biasa, jadi begitu istimewa di lidahku. Apa ini karena bercampur ramuan khusus dari tangan yang menyuapkannya padaku? Ramuan kasih sayang, cinta, dan doa..... ^_^
Tangan ibunda memang ajaib... Mampu merubah sesuatu yang biasa menjadi begitu luar biasa....

"Gimana, nambah lagi ta,mbak?"
Sambil sedikit mesam - mesem, "Hehehe.. kalo ndak ngrepotin.. boleh deh... " :P